KPAI: Negara Harus Cegah Anak Putus Sekolah Saat Pandemi Covid-19

Minggu, 7 Maret 2021 16:00 WIB

Share
KPAI: Negara Harus Cegah Anak Putus Sekolah Saat Pandemi Covid-19

MAKASSAR, POSKOTA.CO.ID – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendapati sejumlah alasan yang menjadi penyebab anak-anak putus sekolah saat pandemi Covid-19 ini.

Faktor terbesar penyebab anak-anak itu putus sekolah yakni masalah ekonomi atau karena ketiadaan alat daring.

Hal itu diakui Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti, pada Minggu (7/3/2021). Menurutnya negara harus hadir untuk mencegah anak-anak putus sekolah selama pandemi karena masalah ekonomi atau karena ketiadaan alat daring.

"Oleh karena itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus membantu kelompok rentan ini, yaitu anak-anak dari keluarga miskin yang sangat berpotensi kuat untuk putus sekolah," kata Retno.

Lebih lanjut Retno menyebut jika faktor kesulitan ekonomi dapat menyebabkan peserta didik berhenti sekolah karena menikah, bekerja dan menunggak SPP. Ia pun meminta pemerintah daerah untuk melakukan pembinaan dan sanksi tegas kepada sekolah yang tidak memberikan akses pendidikan jarak jauh dan bahkan mengeluarkan peserta didiknya karena menunggak SPP.

"Pemerintah Daerah juga wajib membantu sekolah yang anak-anaknya mayoritas dari keluarga tidak mampu, sehingga para gurunya juga tetap mendapatkan gaji meskipun para muridnya mayoritas menunggak SPP.  Anak-anak dari keluarga miskin adalah kelompok yang paling terdampak selama pandemi, termasuk pemenuhan hak atas pendidikannya," ujarnya.

Retno pun meminta agar pemerintah segera melakukan pemetaan terhadap peserta didik yang putus sekolah beserta alasannya. Dan hasil dari pemetaan itu digunakan sebagai intervensi pencegahan oleh Negara.

"Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus segera melakukan pemetaan peserta didik yang putus sekolah beserta alasannya. Hasil pemetaan dapat digunakan sebagai intervensi pencegahan oleh Negara. Hak atas pendidikan adalah hak dasar yang wajib di penuhi Negara dalam keadaan apapun," tutupnya.

Reporter: Admin Sulsel
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar