Ditengah Krisis Akibat Pandemi, Pemprov Sulsel Justru Naikkan HET Elpiji 3 Kg di

Kamis, 25 Maret 2021 14:43 WIB

Share
Ditengah Krisis Akibat Pandemi, Pemprov Sulsel Justru Naikkan HET Elpiji 3 Kg di

MAKASSAR, POSKOTA.CO.ID -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menetapkan harga eceran tertinggi (HET) Elpiji 3 kg melalui Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 11 Tahun 2021. Harga baru berlaku mulai hari ini, Kamis (25/3/2021).

Dalam peraturan tersebut, harga eceran tertinggi gas Elpiji 3 kg naik sebesar Rp3 ribu, yakni dari Rp15.500 menjadi Rp18.500.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Andi Irawan Bintang mengatakan kenaikannya sudah ditetapkan oleh Hiswana Migas.

"Sosialisasinya kita lakukan pelan-pelan ke masyarakat soal penyesuaian harga ini karena kaget orang. Setelah enam tahun baru ada kenaikan," ujarnya.

Harga tersebut ditetapkan setelah memperhitungkan sejumlah hal. Mulai dari harga LPG ex SPBBE atau filling station Rp11.550, termasuk PPN. 

Kemudian, margin agen Rp1.200 dan biaya operasional agen Rp3.250. Lalu, harga agen ke pangkalan Rp16.000. 

"Kita perhitungkan lagi margin pangkalan Rp2.600 per tabung, sehingga ditetapkan HET terbaru untuk Sulsel Rp18.500," ujar Irawan.

Irawan mengatakan HET Rp18.500 paling rendah dibanding provinsi lain wilayah Sulawesi. Di Sulawesi Tengah, HET Elpiji 3 kilogram mencapai Rp18.000 - Rp29.000 per tabung. 

Sementara di Sulawesi Barat, harga gas Elpiji 3 kg berkisar antara Rp16.000 - Rp19.500 per tabung. Di Sulawesi Tenggara, harganya berkisar antara Rp17.900 - Rp22.400 per tabung.

"Jadi, harga terendah itu ada di Sulsel dibandingkan dengan daerah tetangga kita," kata Irawan.

Halaman
Reporter: M Azzam Fatih
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler