Danny Pomanto Tolak Kenaikan HET Elpiji 3 KG yang Dilakukan Pemprov Sulsel

Sabtu, 27 Maret 2021 16:35 WIB

Share
Danny Pomanto Tolak Kenaikan HET Elpiji 3 KG yang Dilakukan Pemprov Sulsel

MAKASSAR, POSKOTA.CO.ID -- Kebijakan menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Elpiji 3 kg (gas tabung) dari Rp15.500 menjadi Rp18.500 mendapat sorotan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto. Ia meminta agar kebijakan tersebut ditinjau ulang.

Pemerintah Provinsi kata Danny, harusnya membuat kebijakan yang memihak pada rakyat, khususnya masyarakat kelas menengah kebawah. Apalagi, pandemi Covid-19 yang menggempur dunia saat ini sangat berdampak buruk bagi perekonomian masyarakat.

“Ini saja Pertamina, khusus motor, pertalite-premium saja disamakan harganya. Makanya jangan di gas begitu. Masa gas tidak bisa,” katanya usai menghadiri RUPS Bank Sulselbar di Hotel Claro, Jl AP Pettarani Makassar, Jumat (26/3/2021).

Danny berharap ada kebijakan yang bisa memihak masyarakat, melalui pertimbangan harga dengan kondisi masyarakat saat ini. 

“Perlu kebijakan yang lebih memihak rakyat. Kan kebijakan seperti ini bukanji kita punya gas, kita lindungi masyarakat. Kalau saya begitu, sayangnya bukan di kota (pemkot) kebijakannya, kalau di kota kucambokki, intinya untuk rakyat,” tambahnya.

Sama halnya dengan harga pertalite yang di ratakan harganya dengan premium, merupakan kebijakan yang positif untuk masyarakat, sehingga untuk gas pun diharapkan bisa demikian. 

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji subsidi 3kg sebesar Rp3 ribu rupiah dari Rp15.500 per tabung menjadi Rp18.500.

Penetapan HET baru yang mulai diberlakukan pada 1 April mendatang didasarkan pada Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 11/2021 tentang Pedoman Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Liquefied Petroleum Gas (LPG/elpiji) tabung tiga kilogram. 


Reporter : Anti

Reporter: M Azzam Fatih
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler