Soroti Kenaikan Gas Elpiji, YLKI Sebut Kebijakan Pemprov Sulsel Tidak Tepat

Sabtu, 3 April 2021 15:26 WIB

Share
Soroti Kenaikan Gas Elpiji, YLKI Sebut Kebijakan Pemprov Sulsel Tidak Tepat

MAKASSAR, POSKOTA.CO.ID - Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sulsel menaikkan harga gas elpiji tiga kilogram mendapat sorotan berbagai pihak, tak terkecuali Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Ketua YLKI Sulsel, Ambo Masse mengatakan secara regulasi dan periodik menaikkan harga gas elpiji di Sulsel memang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Namun momentum penerapan kebijakan tersebut dinilai tidak tepat, pasalnya kondisi masa pandemi Covid-19 saat ini menyebabkan daya beli masyarakat kalangan menengah ke bawah menurun.

"Kenaikan gas elpiji di Sulsel momentumnya kurang pas karena kondisi saat ini masih dalam masa pandemi. Daya beli masyarakat menengah hingga ke bawah lagi turun," sebut Ambo Masse

Selain itu, Ambo Asse juga menyoroti soal ketersediaan gas elpiji yang belum merata hingga daerah pelosok pedesaan.

Ambo masse juga meminta pemerintah melakukan pengawasan secara tegas terhadap pihak-pihak yang tidak berhak menggunakan gas espiji yang bersubsidi. Termasuk mengantisipasi bentuk-bentuk pengoplosan dan penimbunan secara tidak legal ke wilayah-wilayah lain, yang biasanya berdampak pada kelangkaan di beberapa tempat.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) tabung gas elpiji tiga kilogram dari Rp15.500 menjadi Rp18.500.

Penetapan HET tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 11 Tahun 2021 Tentang Pedoman Penetapan HET Elpiji Tabung Tiga Kilogram.

Reporter : Anti

Reporter: Baharuddin Arifin
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler