Opini Kombes Zulpan : Tetap Tenang Beribadah, Waspada Potensi Ancaman Radikalisme

Jumat, 16 April 2021 23:37 WIB

Share
Opini Kombes Zulpan : Tetap Tenang Beribadah, Waspada Potensi Ancaman Radikalisme

MAKASSAR, SULSEL.POSKOTA.CO.ID -- Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel mengajak umat Islam untuk beribadah dengan tetap tenang ditengah massifnya penyisiran kelompok terorisme.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan, meminta aksi-aksi terorisme tidak boleh menggoyahkan ibadah-ibadah di bulan suci ramadan. Namun, kewaspadaan terhadap potensi ancaman radikalisme tetap diperhatikan.

Seruan dari Polri ini memiliki arti mendalam dan penting bagi masyarakat khususnya umat Islam. 

"Ini mengisyaratkan bahwa Polri sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah akan selalu hadir saat masyarakat membutuhkannya," katanya dalam siaran tertulis yang diterima Poskota Sulsel, Jumat (16/4/2021).

Ia menyebut, Kepolisian tidak akan tinggal diam atas potensi ancaman-ancaman radikalisme.

"Kita akan terus proaktif dalam memantau, mengawasi dan menindak tegas sesuai ketentuan Undang-Undang siapa pun orang (kelompok) yang akan mencoba mengganggu tatanan kehidupan masyarakat yang selama ini sudah aman dan damai," tegasnya.

"Secara jujur kita akui bahwa persoalan yang tengah dihadapi bangsa Indonesia saat ini sangat kompleks bagaikan gurita yang menjalar kemana-mana sehingga seakan tidak ada habisnya, hal ini sejalan dengan pepatah lama, “sudah jatuh tertimpa tangga”, artinya belum selesai satu persoalan malah muncul persoalan lain," lanjutnya lagi.

Zulpaj lantas mendeskripsikam kondisi kekinian bangsa Indonesia. Diantaranya yang paling mengejutkan publik Indonesia adalah peristiwa bom bunuh diri di depan Gereja Katederal Makassar akhir Maret lalu.

"Dari rentetan peristiwa tersebut kemudian ada sejumlah orang yang diduga bagian dari jaringan teroris dan terkait bom Makassar sehingga aparat melakukan penangkapan bahkan ada sejumlah orang terduga teroris terpaksa aparat melumpuhkannya hingga menembak mati karena yang bersangkutan melakukan perlawanan saat akan diamankan pihak keamanan," deskripsinya.

Zulpan lalu menjelaskan ihwal akar kata dari Radikal yang kerap menghiasi media massa selama ini.

Halaman
Reporter: M Azzam Fatih
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar