Opini : Pasca Bom Bunuh Diri Makassar, Muballigh Harus Berperan Aktif Ciptakan Kamtibmas

Sabtu, 17 April 2021 19:29 WIB

Share
Opini : Pasca Bom Bunuh Diri Makassar, Muballigh Harus Berperan Aktif Ciptakan Kamtibmas

MAKASSAR, SULSEL.POSKOTA.CO.ID -- Beberapa pekan terakhir, Kota Makassar, Sulawesi Selatan menjadi pusat perhatian media massa. Baik media dalam negeri hingga media dari berbagai negara tetangga.

Bom bunuh diri didepan Gereja Katolik Katedral Makassar pada akhir Maret lalu, sontak menghentak publik.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan menyebut, salah satu media asing yang menyorot peristiwa bom Makassar adalah media Malaysia, TheStraitsTimes.

Seiring dengan waktu pasca peristiwa ledakan bom di Makassar kemudian membuat rentetan peristiwa teror terjadi di beberapa tempat dan daerah di Indonesia.

"Sehingga isu terorisme kembali menjadi tranding topik diberbagai media konvensional maupun media online sehingga berpotensi menimbulkan  keresahan di tengah masyarakat baik di Makassar maupun daerah lainnya di Indonesia," tutur Kombes Zulpan.

Zupan menegaskan, semua pihak tentu sepakat bahwa paham dan gerakan terorisme sudah dapat dipastikan tidak mewakili ajaran agama tertentu khususnya Islam di Indonesia. Namun realitasnya gerakan terorisme selalu menjadikan “Islam sebagai korban”. 

"Dengan slogan “jihad”, padahal hubungan antara teroris dan Islam diibaratkan seperti langit dan bumi yang sangat jauh dan tidak mungkin bisa menyatu," lanjutnya.

[page-pagination]

Karena itu, gerakan terorisme yang dibungkus dengan kedok “jihad”, adalah sangat keliru bahkan menyesatkan. Sebab, makna jihad dalam Islam tidaklah sesempit sebagaimana yang dipahami oleh para pelaku teror tersebut. 

“Jihad” dapat dimaknai sebagai “qital” atau “perang”, jihad juga dapat dimaknai dengan seluruh dimensi kehidupan umat  yang membutuhkan kesungguhan dan kerja keras agar apa yang dicita-citakan dapat diraih dengan baik, sesuai ketentuan hukum syariat dan hukum negara," katanya.

Halaman
Reporter: M Azzam Fatih
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar