Transformasi Polri Presisi: Antara Kebutuhan dan Tuntutan

Rabu, 21 April 2021 11:22 WIB

Share
Transformasi Polri Presisi: Antara Kebutuhan dan Tuntutan

OPINI -- Persoalan bangsa Indonesia saat ini dan ke depan kita sadari semakin kompleks dan sistemik. 

Hal ini terjadi karena banyak faktor, diantaranya karena sejak 2015 telah terbukanya kran perdagangan bebas diantara negara-negara ASEAN yang disebut dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Hal tersebut kemudian semakin menjadi tantangan berat bagi pemerintah Indonesia khususnya jajaran Polri yang telah diberikan amanah oleh UU untuk melakukan penegakan hukum dan menjaga kamtibmas di seluruh wilayah Indonesia. 

Sebagai konsekuensi dari  perdagangan bebas tersebut, maka pertukaran tenaga kerja antar negara ASEAN di segala sektor akan berlangsung terbuka dan pada saat yang sama bukanlah hal yang mustahil potensi gangguan stabilitas keamanan di dalam negeri juga perlu diwaspadai, karena banyaknya orang asing yang bekerja di Indonesia.

Dalam konteks itulah, maka visi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sejak awal ia dilantik di mana akan menjadikan Polri ke depan menjadi Polri yang “Presisi”, sangat tepat dalam rangka untuk menjawab kondisi yang ada dan merupakan suatu langkah yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia saat ini.

Untuk itu, maka visi Kapolri ini harus mampu diterjemahkan secara massif dan kolektif oleh seluruh jajaran di bawahnya baik di tingkat Polda, Polres maupun Polsek. 

Hal ini penting agar visi Kapolri tersebut tidak hanya sebatas wacana melainkan realita yang langsung dapat dilihat dan dirasakan oleh masyarakat.

Transformasi “Polri Presisi” adalah bagian dari kebutuhan bagi internal Polri dan bangsa dalam upaya merespons berbagai perkembangan dan dinamika saat ini dan ke depan, sehingga benar-benar keberadaan Polri dapat berkonstribusi lebih maksimal khususnya dalam upaya menghadirkan stabilitas di tanah air.

Khusus Polda Sulsel tampaknya tidak mau menunggu lama untuk mewujudkan visi Kapolri tersebut, tak heran berbagai inovasi dan gebrakan telah dilakukan oleh Polda Sulawesi Selatan diantaranya telah didirikannya “Balla Ewako” yang dipersiapkan untuk menjadi pusat informasi dan administrasi untuk pendataan warga yang terdampak pandemi virus Covid-19. 

Keberadaan Balla Ewako secara simbolis telah diresmikan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada bulan Februari yang lalu, dan hal ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan, kedatangan Kapolri dalam rangka kunjungan kerjanya ke Sulawesi Selatan.

Halaman
Reporter: M Azzam Fatih
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar