Bom Bunuh Diri di Depan Gereja Katedral Makasar Ingin Mengusik Harmonisasi Ummat Beragama di Sul-sel

Kamis, 22 April 2021 11:55 WIB

Share
Bom Bunuh Diri di Depan Gereja Katedral Makasar Ingin Mengusik Harmonisasi Ummat Beragama di Sul-sel

OPINI -- Ditengah tengah kekhusyuan saudara kita ummat kristiani beribadah pada hari Ahad, tiba-tiba terusik dengan kejadian bom bunuh diri yang berlangsung begitu cepat dan melukai sejumlah Jemaah yang tengah beribadah.

Tidak ada tanda-tanda konflik sebelumnya dan terjadi begitu saja. Ini jelas-jelas perbuatan yang sangat biadab dan tidak berperi kemanusiaan. 

Aksi bom bunuh diri ingin memecah belah ummat dan berusaha mengusik ketenangan, toleransi dan harmonisasi kehidupan ummat beragama di Sulawesi Selatan khususnya di Kota Makassar.

Siapapun aktor intelektualnya dan apapun motifnya mereka harus bertanggung jawab. Karena ini sangat merugikan semua pihak, utamanya penganut umat heragama.  

Umat islam sendiri kini tengah berbenah   diri menyongsong bulan suci ramadhan. Di bulan ramadan ini merupakan bulan yang sangat dianjurkan didalam agama Islam untuk memperbanyak ibadah dan sangat diharamkan didalamnya untuk melakukan kejahatan karena bulan ramadan termasuk salah satu bulan haram (bulan yang dimuliakan). 

Terkait dengan itu pula melakukan pengrusakan tempat ibadah jelas-jelas merupakan perbuatan yang sangat dzhalim dan terkutuk apapun alasannya.

Ini sesuai dengan pesan al-Qur’an Surah al Baqarah ayat 114:  “Lalu, siapakah yang tepat dianggap lebih zalim daripada orang-orang yang berusaha melarang dan menghalang-halangi disebutnya nama Tuhan di tempat-tempat peribadatan serta berusaha menghancurkan tempat-tempat tersebut.

Padahal mereka tidak berhak memasukinya kecuali dalam keadaan takut kepada Tuhan. Kelak mereka (yang menghancurkan tempat-tempat peribadatan) akan mendapatkan kesengsaraan di dunia dan siksaan yang berat di akhirat”.

Menurut hemat penulis, bom bunuh diri yang terjadi di gereja katedral Makassar adalah pola-pola lama yang sering digunakan oleh kelompok-kelompok radikal yang tidak berperi kemanusiaan.

Karakter terorisme dan radikalisme selalu menciptakan kekacauan, rasa tidak aman, menebarkan ancam dan tidak menghargai peradaban. Masyarakat dan seluruh komponen bangsa tidak boleh lengah dan tetap solid untuk terus bersama-sama melawan gerakan-gerakan radikal seperti ini.

Halaman
Reporter: M Azzam Fatih
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar