Viral Pengantar Jenazah di Makassar Terobos Hingga Aniaya Petugas Tol, Polisi Amankan 4 Tersangka

Selasa, 4 Mei 2021 09:59 WIB

Share
Viral Pengantar Jenazah di Makassar Terobos Hingga Aniaya Petugas Tol, Polisi Amankan 4 Tersangka

MAKASSAR, POSKOTASULSEL.CO.ID - Viralnya aksi anarkis yang terjadi beberapa waktu lalu oleh iring-iringan pengantar jenazah di tol Makassar, mendapat perhatian serius pihak Kepolisian.

Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polrestabes Makassar akhirnya menangkap empat orang pria penganiaya petugas tol, ketika mengantar jenazah pada Jumat (23/4/2021) lalu.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul mengatakan, empat pelaku merupakan anggota organisasi masyarakat yang bermarkas di lokasi penangkapan. Kini mereka sudah ditahan di Mapolrestabes Makassar, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Para pelaku yang masing-masing berinisial AZ (22), SY (37), RF (29) , dan AS (26) dibekuk polisi di satu tempat di Jalan Topaz, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sabtu (1/5/2021) malam.

“Dari hasil lidik anggota selama hampir satu minggu lebih, para pelaku penganiayaan terhadap seorang petugas tol berhasil diamankan di salah satu ruko Jalan Topaz, Panakkukang. Ada empat pelaku yang kita tangkap, semuanya laki-laki,” kata Agus, kepada wartawan, Senin (3/5/2021).

Mantan Wakapolres Bulukumba ini menyatakan saat kejadian, korban sedang bertugas menjaga pintu tol. Tetiba melihat iring-iringan sepeda motor dan mobil pengantar jenazah yang menerobos masuk ke jalur tol. Ketika sampai di tempat pembayaran. Rombongan tersebut meminta agar palang dibuka.

“Namun korban tidak menghendaki permintaan para pelaku. Selanjutnya para pelaku merusak palang pintu, kemudian menganiaya korban secara bersama-sama. Para pelaku tidak mau membayar dan pengendara motor tidak boleh masuk tol,” jelas Agus.

Kepada petugas para pelaku mengakui dan membenarkan telah menganiaya korban. AZ memukul menggunakan tangan, SY memukul wajah korban dengan helm dan tangan. RF memukul di area wajah dengan helm yang dipakainya dan AS memukul menggunakan helm di bagian kepala korban.

Para pelaku dijerat dengan pasal 170 KUHPidana tentang tindak pidana kekerasan di muka umum secara bersama-sama. “Ancaman hukuman diatas lima tahun penjara,” tandas Perwira menengah Polri satu bunga ini.

Sebelumnya diberitakan, iring-iringan pengantar jenazah di Makassar melakukan aksi anarkis terhadap petugas jalan tol.

Halaman
Reporter: Arika
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar