Sebelum Lebaran, Warga Pulau Laelae Kirim Oleh-oleh Khas Makassar ke Nurdin Abdullah

Rabu, 12 Mei 2021 22:06 WIB

Share
Sebelum Lebaran, Warga Pulau Laelae Kirim Oleh-oleh Khas Makassar ke Nurdin Abdullah
Warga Pulau Laelae mengirim oleh-oleh khas Makassar ke Nurdin Abdullah

MAKASSAR, POSKOTASULSEL.CO.ID - Seiring momentum bulan suci Ramadan, warga pulau yang terletak jauh di pelosok, tepatnya di Pulau Laelae bergotong royong membuat olahan makanan ringan untuk Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif Nurdin Abdullah.

Diketahui, sudah kurang lebih 60 hari, Bupati Bantaeng 2008-2018 tersebut menjalani proses dugaan rasuah di Jakarta.

Adapun makanan ringan yang dibuat warga pulau berupa keripik langkose dan kacang disko. Mereka berharap agar Nurdin Abdullah yang membawa perubahan besar di Kabupaten Bantaeng turut merasakan suasana lebaran 1 Syawal 1442 Hijriah. 

"Ada sedikit oleh-oleh dari kami warga Pulau Laelae untuk bapak gubernur. Bapak adalah salah satu tokoh yang telah banyak membantu dalam pembangunan di pulau," kata Arwin Aji warga Pulau Lae-lae, Rabu, (12/5/2021). 

Olahan keripik dan kacang, rencananya dikirim langsung ke Rutan KPK Pomdam Jaya Guntur, Jakarta Selatan. Warga mencari tahu keberadaan NA (Nurdin Abdullah) melalui jejaring berita dan mesin pencari Google. 

Arwin Aji yang juga merupakan Imam kelurahan di Pulau Lae-lae itu mengungkapkan, Nurdin Abdullah adalah sosok kebanggaan warga pulau. Kepulangannya bahkan sangat dinanti. 

Sebelumnya diberitakan, sebuah Masjid Megah bernama Miftahul Bahri berdiri kokoh di tengah pemukiman warga Pulau Laelae.

Masjid dibangun atas suntikan dana sebesar Rp2 M dari Dana Pembangunan saat Nurdin Abdullah aktif. Olehnya, besar harapan warga pulau agar masjid nantinya diresmikan oleh NA. 

"Sejak 60 tahun berdiri baru pi ini dibuat bagus begini kodong. Kami bersama warga pulau sangat berterima kasih atas pembangunan masjid kami. Baru kali ini masyarakat pulau bisa menempati masjid untuk beribadah nyaman," pungkasnya dengan gemetar saat menyebut kebaikan NA.

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar