Indonesia Bangkit

Sabtu, 22 Mei 2021 08:45 WIB

Share
Indonesia Bangkit

Oleh: Hasto Kristiyanto

PERINGATAN Hari Kebangkitan Nasional tahun 2021 nampak berbeda. Dari Yogyakarta bergema perintah Sri Sultan Hamengkubuwono X yang mewajibkan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan setiap hari pada jam 10:00.

Beberapa mahasiswa dan pemuda, mendatangi Sekolah Kedokteran Stovia untuk menyaksikan, merenungkan, dan sekaligus mendapatkan saripati semangat tentang kepeloporan mahasiwa kedokteran yang tergabung dalam Boedi Oetomo seperti dr Soetomo; dr Wahidin Sudirohusodo; Soeradji; dan Gunawan Mangoen Kusumo.

Pertanyaaannya, mengapa para mahasiswa kedokteran pada alam penjajahan tsb tergerak hati dan pikirannya guna memerjuangkan gagasan Indonesia merdeka? Mengapa Bung Karno menjadikan peristiwa tersebut sebagai Hari Kebangkitan Nasional?

Apa makna yang bisa diambil dari Kebangkitan nasional dan apa relevansi dengan situasi kekinian? Bung Karno, menempatkan Kebangkitan Nasional sebagai milestone yang sangat penting bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Apa yang digagas Budi Utomo tidak hanya perubahan fundamental terhadap cara, metode, dan sekaligus perubahan alam pikir tentang bagaimana Indonesia Merdeka. Lebih jauh dari itu, Budi Utomo telah memelopori tentang pentingnya pendidikan politik bagi rakyat; tentang pentingnya membangun kesadaran rakyat, mengapa Indonesia harus merdeka.

Budi Utomo juga berhasil merubah cara berpikir “menerima nasib” sebagai bangsa terjajah, menjadi cara berpikir progresif bahwa Indonesia bisa merdeka! Disiniliah syarat pokok tentang pentingnya membangun wadah perjuangan melalui organisasi modern diletakkan.

Budi Utomo pun memulai tradisi baru: mengorganisir kekuatan rakyat, dan pada saat bersamaan aktif melakukan penyadaran, menumbuhkan semangat kebangsaan tentang makna perasaan senasib sebagai bangsa terjajah.

Kepeloporan Budi Utomo juga menginspirasi Bung Karno, sosok pemuda progresif-revolusioner yang meneriakkan slogan “Merdeka Sekarang dan sekarang” melalui prinsip noncooperation. Sebab alam penjajahan telah mengerdilkan mental dan daya juang rakyat.

Alam penjajahan juga menyebabkan kebodohan, kemiskinan, dan berbagai penindasan, sehingga harus diubah secara revolusioner. Perubahan revokusioner hanya bisa terjadi apabila kesadaran kolektif dibangun. Disinilah Budi Utomo dalam penilaian Bung Karno hadir sebagai obor yang menggelorakan semangat pembebasan tersebut.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar