Pensiunan Guru Jadi Korban Penipuan Pencatutan Nama Kepala BKPSDM Gowa

Kamis, 10 Juni 2021 20:09 WIB

Share
Korban saat mendatangi Kepala Bidang Mutasi dan Pengadaan BKPSDM Kabupaten Gowa, Agus Harahap (Ist)
Korban saat mendatangi Kepala Bidang Mutasi dan Pengadaan BKPSDM Kabupaten Gowa, Agus Harahap (Ist)

GOWA, POSKOTASULSEL.CO.ID - Penipuan online kembali terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa. 

Kali ini instansi yang dicatut namanya adalah Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gowa.

Hal itu terungkap setelah adanya laporan dari seorang pensiunan guru yang mengaku telah mentransfer sejumlah uang pada oknum yang mengaku sebagai Kepala BKPSDM Kabupaten Gowa.

"Percobaan penipuan mengatasnamakan BKPSDM sudah beberapa kali terjadi. Tetapi baru kali ini ada yang menjadi korban dan melapor ke kantor" ujar Kepala Bidang Mutasi dan Pengadaan BKPSDM Kabupaten Gowa, Agus Harahap, saat ditemui di ruang kerjanya, kamis (10/6/2021).

Menurut Agus, modus yang digunakan untuk melakukan penipuan oleh oknum ini bermacam - macam. Ada yang mengancam mutasi, atau adanya bonus hadiah, hingga kesempatan untuk menjadi pegawai di Pemerintah Kabupaten Gowa.

Olehnya itu, dirinya berharap kepada seluruh masyarakat untuk tidak menanggapi jika mendapatkan pesan atau telepon yang mengatasnamakan dirinya maupun Kepala BKPSDM Kabupaten Gowa. Apalagi jika pesan tersebut perihal permintaan mentransfer sejumlah dana untuk keperluan tertentu.

"Seluruh layanan di BKPSDM Gowa tidak ada yang dipungut biaya sepeser pun. Jadi saya minta masyarakat untuk tidak menanggapi jika ada yang meminta dana dengan alasan apapun," ungkapnya.

Selain itu, dirinya juga mengaku sudah menyampaikan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti demi menghindari adanya korban lain dari penipuan tersebut.

"Karena kalau ini dibiarkan ini akan berbahaya, apalagi mengatasnamakan pejabat dan meminta sejumlah dana. Saya berharap kepolisian bisa melacak orang ini untuk segera ditangkap," jelasnya.

Lebih jauh Agus menjelaskan jika korban awalnya dihubungi oleh oknum yang mengaku bernama Agus yang menginformasikan adanya sejumlah dana bonus yang akan ditransfer kepada korban. Kemudian korban dihubungi lagi oleh oknum yang mengaku bernama Basir bahwa dananya akan ditransfer setelah korban membayar biaya administrasinya terlebih dahulu.

Halaman
Editor: Baharuddin Arifin
Contributor: Ashyar
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler