Melek Wisata, Ibu-ibu di Malino Olah Limbah Bunga Pinus Jadi Souvenir

Senin, 21 Juni 2021 09:00 WIB

Share
Ibu-ibu PKK Tinggimoncong memajang gantungan kunci buah pinus hasil kreasi mereka untuk dijual sebagai souvenir.
Ibu-ibu PKK Tinggimoncong memajang gantungan kunci buah pinus hasil kreasi mereka untuk dijual sebagai souvenir.

GOWA, POSKOTASULSEL.CO.ID – Kesadaran untuk terlibat dalam bidang kepariwisataan, mulai tumbuh di kalangan warga di Malino, terutama ibu-ibu.

Mereka mulai terlibat melalui Pemberdayaan Kesejahtraan Keluarga (PKK) Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Diantaranya dengan membuat souvenir dari bahan-bahan yang mudah didapat di lingkungan sekitar. Seperti limbah bunga pinus yang diolah menjadi gantungan kunci.

Bunga pinus itu dikumpulkan saat musim kemarau, yang banyak ditemui berjatuhan di hutan-hutan pinus di Malino.

Buah pinus yang dalam kondisi kering itu dipilih yang terbaik, untuk kemudian diproses menjadi gantungan kunci dengan proses penyemprotan cat agar tampak mengkilat.

"Untuk menambah daya tarik wisatawan, buah pinus ini kita piloks, namun pemberian warna tidak menghilangkan warna alami dari bunga pinus ini," jelas Sekretaris PKK Kecamatan Tinggimoncong, Wahidah.

Gantungan kunci yang banyak diburu sebagai cenderamata tempat wisata Malino ini dijual dengan harga yang beragam tergantung model dan kerumitan pembuatannya. Paling murah dijual dengan harga Rp2.500 hingga yang termahal di harga Rp10.000 per gantungan kunci.

"Per hari kita bisa jual hingga ratusan gantungan kunci, tergantung dari ramainnya pengunjung. Sebulan biasa dapat 1 juta sampai 3 juta rupiah," ungkap Wahidah.

Selain gantungan kunci, Ibu-ibu ini juga membuat kerajinan dari batok kelapa. Juga ada hiasan bunga dari limbah plastik, sehingga bernilai ekonomis bagi warga dan geliat pariwisata di Malino.

Hasil kerajinan itu dipajang di stan souvenir Ibu-ibu PKK Tinggimoncong di daerah wisata Hutan Pinus Malino.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar