Merasa Jalannya Terhalangi, Pengantar Jenazah Keroyok Sopir Truk

Selasa, 22 Juni 2021 20:53 WIB

Share
Merasa Jalannya Terhalangi, Pengantar Jenazah Keroyok Sopir Truk
Ilustrasi pengeroyokan.

MAKASSAR, POSKOTASULSEL.CO.ID -- Rombongan pengantar jenazah mengeroyok seorang sopir truk di Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (18/6/2021). Musababnya, para pelaku merasa laju ambulans jenazah terhalang oleh truk tersebut.

Melansir Republika, Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Guruh Arif Darmawan, mengatakan, peristiwa itu terjadi tepatnya di Jalan Sungai Tiram, Marunda, Cilincing, pada Jumat pukul 15.30 WIB. Insiden bermula ketika Firman (20 tahun) mengemudikan truknya di jalan itu. 

Sesampainya di sebuah tikungan, Firman menggunakan sedikit lajur kanan karena truknya cukup panjang.

Saat bersamaan ternyata dari arah berlawanan ada iring-iringan mobil ambulans dan sejumlah pengantar jenazah yang menggunakan sepeda motor. Laju ambulans dan rombongan pengantar pun terhalang.

"Para pelaku menganggap sopir truk tidak mau minggir dan memberikan jalan terhadap iring-iringan (mobil ambulans jenazah)," kata Guruh di Mapolres Jakut, Selasa (22/6/2021).

Selanjutnya, kata dia, rombongan pengantar jenazah itu berhenti. Mereka kemudian cekcok dengan sopir truk.

"Akhirnya rombongan itu melakukan tindakan kekerasan terhadap pengemudi truk dan melakukan perusakan terhadap kendaraan truk tersebut," kata dia. 

Akibatnya, sopir truk itu mendapat sejumlah luka ringan. Beberapa hari berselang, kata Guruh, anak buahnya menangkap sembilan orang yang diduga pelaku pengeroyokan tersebut di Kemayoran, Jakarta Pusat. Diamankan pula sejumlah barang bukti seperti batu dan kendaraan pelaku. 

Lima orang terbukti terlibat dalam pengeroyokan itu dan dijadikan tersangka. Empat lainnya dikenakan wajib lapor karena masih berpotensi jadi tersangka jika ada bukti baru. 

Kelima tersangka adalah pria berinisial A alias AC, K alias KB, R alias M, R alias RF, dan P alias ARP. Mereka rata-rata berusia 20 tahun. Mereka disangkakan melanggar Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. "Ancaman pidananya di atas lima tahun penjara," kata Guruh.

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar