Jenis Vaksin Covid-19 yang Dibolehkan Untuk Ibu Hamil dan Cara Kerjanya

Kamis, 22 Juli 2021 16:48 WIB

Share
Jenis Vaksin Covid-19 yang Dibolehkan Untuk Ibu Hamil dan Cara Kerjanya

MAKASSAR, POSKOTASULSEL.CO.ID-- Kabar baik untuk ibu hamil di tengah lonjakan kasus COVID-19. Kini, para wanita yang sedang hamil diperbolehkan mendapatkan vaksin COVID-19.

Beberapa waktu lalu, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) mengeluarkan rekomendasi vaksinasi COVID-19 untuk ibu hamil.

Sebelum mendapatkan vaksin, penting untuk para bumil (ibu hamil) memahami cara kerja masing-masing vaksin COVID-19. Sejauh ini, ada 5 vaksin yang bisa didapatkan Ibu hamil. Namun, di Indonesia sendiri baru masuk dua vaksin COVID-19, yaitu Sinovac, AstraZeneca, dan saat ini sedang didistribusikan Moderna.

Prinsip vaksin secara umum adalah saat kita diberikan pajanan suatu virus yang dilemahkan masuk ke dalam tubuh, tubuh akan mengenali virus tersebut. Sehingga pertahanan tubuh kita akan bekerja dengan 2 cara yakni mengeliminasi dan membuat memori virus tersebut.

Bila virus masuk kembali ke dalam tubuh, pertahanan tubuh akan memproduksi antibodi, berupa sel B (Immunoglobulin M dan G) untuk menyerang virus. Selain itu tubuh akan memanggil sel pertahanan tubuh lainnya untuk menghilangkan virus dari tubuh.

Berikut jenis vaksin COVID-19 untuk ibu hamil yang direkomendasikan oleh POGI:

1. Sinovac dan Sinopharm

Sinovac dan Sinopharm memiliki cara kerja yang hampir sama dalam melindungi tubuh dari COVID-19. Kedua vaksin ini bekerja dengan memasukkan virus yang sudah mati ke dalam tubuh manusia.

Virus sendiri terdiri dari protein yang tajam (spike protein), membran, kapsul, dan inti virus. Keempat bagian tubuh virus inilah yang dimasukkan ke dalam vaksin dan diberikan dalam dua dosis.

Vaksin ini membutuhkan 2 dosis yakni dosis pertama dan booster. Untuk mempermudah pemahaman, vaksin dosis pertama mengandung beberapa bagian virus yang sudah mati seperti protein tajam dan membran. Ketika dosis pertama sudah masuk dan efek samping minimal, dosis booster dapat diberikan. Dosis booster ini lebih banyak komponen virus seperti kapsul dan inti. Maka, pada akhirnya seluruh bagian virus akan masuk dan dikenali oleh sel pertahanan tubuh.

Dengan memasukkan vaksin ini secara bertahap diharapkan bila seseorang terserang virus COVID-19 untuk kedua kalinya, Immunoglobulin ini akan mengenali virus untuk kemudian dieliminasi.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar