Satgas Covid Ramai Kampanye Kepatuhan Menggunakan Masker 

Jumat, 23 Juli 2021 14:06 WIB

Share
Satgas Covid Ramai Kampanye Kepatuhan Menggunakan Masker 

MAKASSAR, POSKOTASULSEL.CO.ID-- Satgas COVID-19 masih berupaya kampanye memakai masker secara intensif mengingat tingkat kepatuhan masyarakat soal 3M masih naik turun.

"Sesuai arahan Presiden, target kepatuhan masyarakat dalam memakai masker harus 100 persen," Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B. Harmadi dalam siaran pers, Kamis (22/7/2021).

Satgas akan terus mengupayakan kampanye penggunaan masker serta membagikan masker utamanya bagi masyarakat yang kurang mampu. Terakhir, Satgas juga membagikan sudah sekitar 17 juta masker dibagikan ke masyarakat.

Terkait kepatuhan warga memakai masker, dari data dashboard monitoring perubahan perilaku Bersatu Lawan Covid (BLC), masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki selama 15 bulan kampanye berjalan. Terutama dalam menjaga motivasi masyarakat untuk terus mematuhi dan disiplin menjalankan protokol Kesehatan 3M.

Pada September-Oktober 2020 lalu, kepatuhan naik di atas 90 persen. Lalu turun sejak minggu kedua November 2020 sampai minggu ketiga Januari 2021. Pada Februari 2021, angkanya terus membaik sampai minggu kedua Mei 2021. Lalu turun lagi sampai minggu kedua Juni 2021, dan kini kepatuhan memakai masker naik hingga sekarang.

Sonny menegaskan, kampanye penggunaan masker tentu saja akan terus dilakukan mengingat tingkat kepatuhan memakai masker yang masih fluktuatif.

Berdasarkan data yang terkumpul dalam database BLC terdapat 6 provinsi dengan kepatuhan memakai masker di bawah 80 persen yaitu Papua, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Maluku Utara.

Sementara tempat yang umumnya memiliki tingkat kepatuhan memakai masker yang rendah (<60 persen) ialah restoran/kedai (15,1 persen), rumah (12,9 persen) tempat olahraga publik/RPTRA (10,6 persen), jalanan umum (9 persen), dan tempat wisata (8,7 persen).

Wajib Pakai Masker Dobel Berdasar informasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) disebutkan, virus Covid-19 memperbanyak dirinya dengan menularkan dari satu orang ke orang lain.

Pada varian Delta, salah satu perubahan karakteristik yang ditemukan dibandingkan varian original COVID-19 yang ditemukan di Wuhan, China adalah pengaruh pada kemampuan penularan yang lebih mudah.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar