Rektor Unhas Resmikan Kawasan Karantina Covid-19 Bagi Sivitas Akademika

Senin, 9 Agustus 2021 18:40 WIB

Share
Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, Ist
Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, Ist

MAKASSAR, POSKOTASULSEL.CO.ID - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, secara resmi mencanangkan kawasan karantina bagi sivitas akademika Unhas yang terpapar Covid-19, Senin (9/8/2021).

Kawasan ini berlokasi di Asrama Mahasiswa (Ramsis), Kampus Unhas, Tamalanrea.

Ketua Satgas Covid-19 Unhas, Prof Budu dalam sambutannya mengatakan berbagai langkah proaktif dilakukan Satgas Unhas untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

Dirinya menambahkan, dengan peningkatan penyebaran kasus yang kembali meningkat utamanya di Makassar, maka dibutuhkan tempat yang representatif untuk melakukan karantina atau isolasi secara mandiri.

"Ini sifatnya untuk mengurangi keterpaparan dengan anggota keluarga lainnya. Apalagi jika hunian yang ditempati kurang mendukung untuk isolasi mandiri. Selain menyediakan kawasan karantina, Satgas Covid-19 Unhas telah aktif mendukung upaya pengendalian Covid-19 seperti swab PCR dan layanan vaksinasi bagi sivitas akademika," jelas Prof Budu.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, memberikan apresiasi tinggi kepada Satgas Covid-19 Unhas yang memiliki komitmen dan kepedulian tinggi dalam penanganan pandemi.

Prof Dwia mengemukakan berbagai partisipasi Unhas dalam upaya mengatasi pandemi Covid-19 merupakan wujud dari komitmen sebagai kampus humaniversity. Unhas tidak hanya berkontribusi untuk kemajuan ilmu pengetahuan melalui pendidikan dan pengajaran, namun juga terlibat langsung dalam upaya menghentikan sebaran Covid-19.

"Luar biasa pelayanan yang diberikan oleh Satgas Unhas. Saya berharap, semangat ini tetap kita jaga dan memberikan dampak positif terhadap penurunan kasus penyebaran virus. Ini menjadi langkah yang memberikan dampak luar biasa," jelas Prof. Dwia.

Area karantina Unhas memberikan layanan seperti swab secara berkala, pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat dan vitamin sesuai indikasi, konsumsi, laundry, antar jemput pasien, termasuk rujukan ke rumah sakit.

Selain itu juga pengelolaan sampah medik dan sampah lainnya, pengantaran kiriman keluarga, instruktur senam serta beberapa layanan lainnya yang mendukung proses isolasi mandiri.

Halaman
Editor: Baharuddin Arifin
Contributor: Putra A B
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler