Kawasan Mangrove di Pinrang Beralih Fungsi, Walhi Minta Pemerintah Bertindak

Minggu, 22 Agustus 2021 20:14 WIB

Share
Kawasan Mangrove dibabak habis untuk dijadikan tambak (ist)
Kawasan Mangrove dibabak habis untuk dijadikan tambak (ist)

PINRANG, POSKOTASULSEL.CO.ID - Sebuah kawasan magrove yang ditumbuhi tanaman bakau di Dusun Tanro, Desa Bababinanga, sejak dua tahun silam dibabat habis untuk dialihfungsikan sebagai tambak. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang menyatakan praktek itu sudah berlangsung lama dan tidak bisa berbuat apa-apa karena wewenang pengelolaan pesisir ada di pemerintah provinsi.

Menanggapi hal itu, koordinator WALHI Sulawesi Selatan, Muh. Chaerul Irianto memberi respons tegas atas persoalan tersebut. 

Menurutnya, keberadaan ekosistem mangrove memiliki peran ekologis dan strategis yang sangat besar bagi makhluk hidup. 

"Dari sisi ekologis, tanaman yang berkembang di atas permukaan air ini dapat melindungi erosi serta abrasi dari ancaman ombak. tidak sedikit juga menjadikan tanaman bakau ini sebagai tempat berlabuhnya kapal kecil bagi nelayan," ujarnya, Minggu (22/8/2021).

Koordinator kumpulan anak muda Sulawesi Selatan peduli lingkungan ini juga menegaskan bahwa pengalihan fungsi lahan ini akan dapat mengancam kehidupan masyarakat sekitar.

Chaerul menyebutkan berdasarkan aturan RT/RW tahun 2012-2032 Kabupaten Pinrang di Pasal 32 ayat (3), Kecamatan Duampanua masuk dalam kawasan rawan banjir.

Oleh karena itu, melihat aturan dan pentingnya jasa lingkungan mangrove bagi masyarakat dan lingkungan, ia meminta Pemerintah Kabupaten Pinrang tidak tinggal diam mengingat potensi ancaman dan kerusakan yang akan terjadi. (Anti)

Editor: Baharuddin Arifin
Contributor: Anti
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler