Pelajar Korban Penganiayaan di Selayar Trauma, Polisi Tak Tahan Pelaku

Selasa, 24 Agustus 2021 16:25 WIB

Share
Korban penganiayaan SZM (17) usai membuat laporan di Polsek Pasimasunggu Kep. Selayar, Sabtu 21 Agustus 2021.
Korban penganiayaan SZM (17) usai membuat laporan di Polsek Pasimasunggu Kep. Selayar, Sabtu 21 Agustus 2021.

SELAYAR, SULSEL.POSKOTA.CO.ID  – SZM (17) pelajar SMA Pasimasunggu Timur Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, yang menjadi korban penganiayaan pada Sabtu 21 Agustus 2021 lalu, kini mengalami trauma.

Hal itu diungkapkan salah seorang anggota keluarga korban, Ashari. Menurutnya kondisi kejiwaan SZM terguncang usai mengalami penganiayaan.

"Ini anak kasihan sekali. Dia tidak tau apa-apa tiba-tiba diadang dan dikeroyok. Sejak kejadian, tidak pernah mi keluar rumah kodong, takut ki. Tidak masuk sekolah mi juga," jelas Ashari, Selasa, 24 Agustus 2021.

Ironisnya, kondisi ini menurut Ashari kian miris setelah korban dan keluarganya mendapat kabar bahwa pelaku penganiayaan tak ditahan oleh polisi.

 

 

Sebelumnya polisi telah mengamankan tujuh orang yang diduga pelaku penganiayaan seorang pelajar di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan.

Dari hasil pemeriksaan, polisi kemudian menetapkan seorang sebagai tersangka. Namun pihak Keluarga korban mempertanyakan alasan polisi yang tidak melakukan penahanan.

Menurut Ashari, kepolisian harusnya memandang kasus penganiayaan anak ini secara luas dengan memperhatikan dampak yang kemudian bisa ditimbulkan karena pelaku tidak ditahan.

 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar