Kasus Penganiayaan Pelajar di Selayar, Polsek dan Polres Saling Tunjuk

Kamis, 26 Agustus 2021 10:13 WIB

Share
Pelajar korban penganiayaan SZM (17) saat membuat laporan di Polsek Pasimasunggu beberapa waktu lalu.
Pelajar korban penganiayaan SZM (17) saat membuat laporan di Polsek Pasimasunggu beberapa waktu lalu.

SELAYAR, SULSEL.POSKOTA.CO.ID – Sejumlah pihak mempertanyakan kelanjutan proses hukum kasus penganiayaan SZM (17), pelajar SMA Pasimasunggu Timur, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Salah satu pemicunya yakni keputusan pihak kepolisian di Polsek Pasimasunggu yang hanya menetapkan satu tersangka dan tidak melakukan penahanan terhadap tersangka.

Saat dikonfirmasi oleh wartawan, Kanit Reskrim Polsek Pasimasunggu, Aipda M. Asnawi terkesan enggan menjelaskan dan memilih 'melempar bola'.

"Mohon maaf bu, bukan saya tidak mau memberikan keterangan tentang kasus tersebut, maupun kasus yang lainnya, karna kami ada Humas, dan sebaiknya ibu hubungi pak Kasat Reskrim. Sekali lagi saya minta maaf bu," jawabnya.

 

 

Namun, saat dihubungi Kasat Reskrim Polres Selayar, Iptu Syaifuddin, malah mengaku tak mengetahui kasus tersebut.

"Masa Kanit Polsek mau disposisi kepada Kasat. Bagaimana mungkin saya bisa memberikan keterangan kalau kejadian ada di sana dan saya belum tau kronologisnya bagaimana. Tidak bisa saya memberikan keterangan dek, tanya dia itu (Kanit, red) bilang katanya kita yang tangani di situ. Sama dia pak, sama dia, apa mau saya bilang saya," jelasnya.

Sebelumnya, SZM (17), pelajar SMA Pasimasunggu Timur, Selayar, menjadi korban penganiayaan, Sabtu 21 Agustus 2021 lalu.

Kasus penganiayaan yang menarik perhatian masyarakat ini bermula ketika korban pulang dari sekolahnya dengan mengendarai sepeda motor, menuju Kampung Parang, Desa Bontomalling, sekitar 4 kilometer dari sekolah.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar