Jepang Hentikan Penggunaan 1.63 Juta Dosis Vaksin Moderna Usai 2 Warganya Meninggal

Minggu, 29 Agustus 2021 09:05 WIB

Share
Ilustrasi vaksin Moderna (int)
Ilustrasi vaksin Moderna (int)

JEPANG, POSKOTASULSEL.CO.ID - Kementerian Kesehatan Jepang pada Sabtu 28 Agustus 2021 mengatakan bahwa dua orang meninggal setelah divaksin Moderna yang dilaporkan terkontaminasi. 

Dilansir dari Reuters.com, kedua orang tersebut berusia sekitar 30 tahunan dan meninggal beberapa hari setelah mendapatkan vaksin Moderna yang dikabarkan terkontaminasi.

Diberitakan sebelumnya bahwa pemerintah Jepang telah memberikan vaksin sebanyak 565.400 dosis antara 6 Agustus dan 20 Agustus, sebelum vaksin yang dilaporkan terkontaminasi ini ditangguhkan pelaksanaanya.

Menurut kementrian Jepang, kedua orang tersebut adalah penerima vaksin Moderna yang kedua dan vaksin yang di gunakan merupakan lansiran dari tiga pabrikan yang ditangguhkan, namun penyebab kematiannya masih dalam penyelidikan lebih lanjut. 

Akibat adanya laporan kontaminasi ini, Jepang menghentikan penggunaan 1.63 juta dosis Moderna yang dikirim ke 863 pusat vaksinasi nasional oleh Takeda Pharmaceutical.

“Saat ini, kami tidak memiliki bukti bahwa kematian ini disebabkan oleh vaksin Moderna,” terang pihak Moderna dan Takeda.

“Namun sangat penting untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut agar kita mendapatkan kejelasan apakah kematian tersebut ada hubunganya dengan vaksin yang terkontaminasi tersebut,” tambah mereka. 

Sementara itu pihak Rumah Sakit Internasional St. Luke di Tokyo, Fumie Sakamoto menjelaskan bahwa untuk tidak menghubungkan perihal kematian dua orang pada Sabtu tersebut dengan penyuntikan vaksin.

Meskipun demikian Sakamoto menambahkan bahwa kemungkinan itu tetap ada namun kita jangan membuat sebuah kesimpulan sebelum adanya penyelidikan yang lebih pasti.

Kontaminasi yang ditemukan pada vaksin Moderna tersebut diyakini berupa partikel logam menurut lapor lembaga penyiaran publik NHK yang mengutip sumber dari kementerian kesehatan.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar