DNA Manusia Purba di Maros Ternyata Tidak Menurun Langsung ke Orang Bugis-Makassar

Rabu, 1 September 2021 10:18 WIB

Share
Ilustrasi
Ilustrasi

MAROS, POSKOTASULSEL.CO.ID - Tim peneliti Australia, Indonesia, dan Jerman berhasil mengungkap DNA kerangka manusia purba berusia 7.000 tahun di Kabupaten Maros.

Hasil penelitian mengungkap kerangka yang diperkirakan wanita remaja tersebut memiliki DNA Denisovan. 

Penemuan tersebut menunjukkan bahwa ada ras selain Austromelanesoid dan Mongoloid yang menghuni Indonesia.

Ras Denisovan merupakan sepupu jauh manusia Neanderthal yang fosilnya hanya ditemukan di Siberia dan Tibet. 

DNA kerangka yang dinamai 'Besse', yang berarti 'perempuan' dalam bahasa Bugis-Makassar ini diketahui memiliki DNA yang sama dengan penduduk asli Australia dan DNA orang Melanesia.

“Kerangka tersebut ternyata mengandung DNA yang berbeda dengan DNA manusia purba yang selama ini kita pahami sebagai asal-usul manusia di wilayah Indonesia.  Ilmu pengetahuan menyebut manusia Indonesia berasal dua asal-usul, yaitu Afrika dan Taiwan. Temuan DNA Denivason membuktikan bahwa ada asal-usul ketiga. Ini yang menjadi agenda penelitian selanjutnya,” kata Arkeolog Unhas sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unhas, Prof. Akin Duli.

Kerangka yang ditemukan di Leang Panning (Gua Kelelawar) di Mallawa Kabupaten Maros ini dianggap sangat penting dalam pengetahuan sejarah dan peradaban karena merupakan kerangka tertua yang ditemukan sejauh ini. Selama ini temuan yang didapatkan oleh para arkeolog hanya pada hasil kebudayaan manusia purba seperti lukisan tertua di dunia yang berusia 45 ribu tahun.

Akin Duli menyebut DNA Denisovan ini tidak menurun langsung ke orang Bugis-Makassar malahan dekat orang Papua dan Aborigin. Meski begitu, perlu penelitian lebih lanjut soal ini, termasuk soal kemungkinan adanya orang-orang dari suku Bugis-Makassar yang memiliki DNA ini.

Sementara itu, salah seorang anggota peneliti, Iwan Sumantri, menjelaskan bahwa penemuan kerangka manusia purba ini memiliki makna yang luar biasa bagi ilmu pengetahuan, termasuk bagi upaya menjelaskan jati diri bangsa Indonesia. 

Iwan menyebut temuan kerangka perempuan yang diberi nama “Besse” ini menunjukkan bahwa keragaman bangsa Indonesia sangat kompleks.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler