Astaga! Guru Ngaji di Sragen Lecehkan Santrinya, Paksa Pegang Kemaluan Korban di Gudang

Minggu, 5 September 2021 18:06 WIB

Share
Ilustrasi Pelecehan Seksual.
Ilustrasi Pelecehan Seksual.

MAKASSAR, POSKOTASULSEL.CO.ID - Seorang guru ngaji berinisial Z (55 tahun) dilaporkan ke polisi atas dugaan kasus pelecehan Seksual yang dilakukannya terhadap seorang santri di Kecamatan Sambungmacan, Kabupanten Sragen, Jawa Tengah. 

Z yang juga dikenal sebagai pengurus pondok pengajian itu dilaporkan oleh keluarga santri yang berinisial T (12 tahun) pada Jumat (3/9/2021). T yang masih duduk di bangku SMP mengaku mendapat perlakuan tak senonoh dari Z. 

Kepada wartawan MN yang juga sebagai pelapor menjelaskan, pelecehan tersebut terjadi sekitar 3 hari yang lalu di pondok pengajian yang diurus Z. MN menceritakan pelecehan itu dialami keponakannya selesai mengaji di pondok, sekitar pukul 17.00 WIB. 

T saat itu disuruh oleh T untuk menyapu pondok hingga ke gudang. Namun saat berada di gudang, tiba-tiba Z ikut masuk ke dalam dan mengunci pintu gudang. 

"Ceritanya selesai mengaji, korban disuruh nyapu di pondokan. Habis itu disuruh nyapu di gudang. Waktu di gudang, Pak Z terus mengikuti masuk gudang, terus pintunya ditutup sehingga di dalam mereka berdua," jelas MN, Sabtu (4/9/2021).

Z lalu berbicara hal yang tak senonoh ke T dan ingin melihat kemaluannya. T pun langsung menolak permintaan guru ngajinya itu, namun Z tetap memaksa dan bilang tidak masalah jika hanya ingin melihat. Meski sudah ditolak, guru ngaji itu terus memaksa dan celana korban langsung dilorotkan hingga selutut.

"Korban waktu itu bilang nggak Pak, jangan, itu dosa. Habis itu celana korban langsung dilorotkan hingga selutut. Kemudian terlapor memegangi anunya korban dan jari telunjuknya dimasukkan," jelas MN berdasarkan keterangan T. 

T terus memberontak sampai akhirnya Z menghentikan aksinya setelah korban memberanikan diri berteriak. T langsung berlari pulang ke rumah usai Z membuka pintu gudang.

Keluarga yang tak terima dengan cerita korban pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sambungmacan. 

"Sudah dilaporkan ke Polsek, lalu diarahkan ke Polres Sragen kemarin. Hari ini dilakukan visum," ujar MN mewakili keluarga korban. 

Halaman
Editor: Arika
Contributor: Mna
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar