Erick Thohir Sebut BUMN akan Produksi Vaksin Merah Putih pada 2022

Minggu, 5 September 2021 17:48 WIB

Share
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

MAKASSAR, POSKOTASULSEL.CO.ID - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erock Thohir membeberkan rencananya yang akan memperoduksi vaksin merah putih atau vaksin BUMN.

Erick menyebut vaksin tersebut direncanakan akan direalisasikan pada April atau Mei 2022.

"Jadi kita tidak bisa bergantung dengan vaksin impor. Kita harus bisa vaksin buatan Indonesia. Selama ini kan Bio Farma sudah bisa memproduksi vaksin sendiri tapi bukan buat covid, buat polio dan lain-lainnya," katanya, dikutip pada Minggu (5/9).

"Nah tentu, kita penting membuat vaksin sendiri, karena itu Insyaallah di tahun depan April-Mei kita berharap vaksin merah putih atau vaksin BUMN yang kita kerja samakan berbagai pihak itu bisa memulai produksi. Jadi tepat, Bio Farma sudah membuat line produksi untuk vaksin yang dikhususkan untuk vaksin COVID-19 yaitu kapasitasnya 500 juta," sambung Erick.

Disebut Erick, kapasitas vaksin yang akan diproduksi bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. 

"Jadi kalau penduduk RI memerlukan 420 jutaan vaksin jadi kita bisa melakukan sendiri sehingga memang teknologi penemuan vaksinnya itu kita harus belajar karena memang RND kita harus terus ditingkatkan. Kita nggak boleh kalah dengan negara luar. Jadi biofarma akan melakukan itu, melakukan terobosan sehingga kita tidak tergantung dengan vaksin impor terus," katanya lagi.

Selain memproduksi vaksin sendiri, BUMN kini tengah mengusahakan agar bahan baku obat paracetamol bisa diproduksi sendiri.

"Sama kalau tadi juga beli paracetamol, paracetamol itu sudah dibuat di Indonesia tapi bahan bakunya impor. Karena itu pertamina akan membuat petrochemical di Cilacap yang di mana itu bisa membuat bahan baku paracetamol," pungkasnya.

Disinggung soal apakah vaksin tersebut nantinya berbayar atau tidak, Erick menyebut belum bisa memastikannya.  Ia menyebut jika hal itu bukan merupakan kewenangannya. Erick mengatakan saat ini yang menjadi fokus BUMN adalah mengurangi impor vaksin dengan memproduksi sendiri vaksin dalam negeri.

Editor: Arika
Contributor: Mna
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler