65 Desa dan Kelurahan di Enrekang Menjadi Lokus Intervensi Stunting Tahun 2022

Sabtu, 11 September 2021 10:32 WIB

Share
Pemkab Enrekang gelar rembuk stunting pada Jumat (10/9/2021)
Pemkab Enrekang gelar rembuk stunting pada Jumat (10/9/2021)

ENREKANG, POSKOTASULSEL.CO.ID - Sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan stunting Pemkab Enrekang menggelar kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten di Pendopo Rujab Bupati pada Kamis 9 September 2021. 

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Enrekang Asman, didampingi unsur Forkofimda, Kepala OPD terkait seperti Kepala BAPPEDA, Kepala Dinas Kesehatan dan yang lainnya.

Turut hadir juga sebagai pemateri Ketua TP-PKK Enrekang Hj. Johra Muslimin Bando serta Tenaga Ahli Penurunan Stunting Sulsel Prof. Venny Hadju.

Sedangkan Camat, Kepala Desa dan seluruh elemen masyarakat terkait mengikuti secara virtual 

Dalam sambutannya Wabup Asman  mengatakan dalam upaya penangulangan stunting diperlukan komitmen dari semua pihak yang dipersatukan dalam satu tim yaitu tim konvergensi. 

"Tugas menurunkan angka stunting bukan hanya tupoksi jajaran kesehatan, tetapi diperlukan satu kesatuan yang terintegrasi mulai dari seluruh OPD, Camat, Kepala Desa, para pelaku usaha, hingga elemen masyarakat lainnya"ucapnya

Ketua panitia kegiatan Aries Yasin mengatakan Kabupaten Enrekang telah menetapkan lokasi intervensi stunting pada 2022 

"Sudah ditetapkan 65 Desa/Kelurahan Lokus intervensi Tahun 2022, hasil Rembuk stunting ini menjadi dasar gerakan penurunan stunting nantinya"ucapnya.

Sedangkan Tenaga Ahli Penurunan Stunting Sulsel Prof. Venny Hadju, menyampaikan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam intervensi stunting 

"Bahwa arah program, inovasi serta faktor-faktor aspek geografis menjadi penting untuk diperhitungkan dalam kegiatan intervensi"ucapnya 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar