Sempat Ancam Batalkan Pelaksanaan MotoGP, Kini CEO Dorna Sports Sebut 'Indonesia Negara Spesial'

Rabu, 19 Januari 2022 15:16 WIB

Share
CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta (Bein Sports)
CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta (Bein Sports)

JAKARTA.SULSEL.POSKOTA.CO.ID - CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, sempat membuat pernyataan viral terkait ancaman akan membatalkan pelaksanaan MotoGP di negara yang memberlakukan karantina. Tak ayal pernyataan ini pun langsung direspon Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno.

Sandiaga dengan tegas menjelaskan bahwa Indonesia tidak menerima ancaman. Ia menyebut pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 yang diberlakukan saat ini sudah menjadi best practice. 

 

"Penerapan travel bubble akan diberlakukan bagi para Pelaku Perjalanan dari Luar Negeri (PPLN) yang ke Indonesia, termasuk seluruh peserta perhelatan MotoGP. 

"Travel bubble akan diterapkan menyeluruh, dan ada periode karantina yang berlaku untuk, kru, pebalap, dan official MotoGP," tegas Sandiaga.

Kini setelah pernyataan viralnya itu, CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta, memuji pendukung MotoGP di Indonesia jelang MotoGP Mandalika 2022 yang akan digelar 18-20 Maret mendatang.

 

MotoGP Mandalika 2022 menjadi kali pertama Indonesia menggelar balap motor Grand Prix sejak menjadi tuan rumah di Sentul pada 1997.

Ezpeleta menyebut Indonesia merupakan negara yang spesial. Pasalnya meski sudah 25 tahun tidak menggelar balapan, MotoGP tetap menjadi ajang balap paling terkenal di Indonesia, mengalahkan event seperti Formula One (F1).

"Meski MotoGP tidak memiliki pembalap asal Indonesia dan tidak ada balapan Grand Prix Indonesia, MotoGP sudah sangat terkenal di Indonesia lewat siaran televisi," ucap Ezpeleta dikutip dari Speedweek.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar