Angka Stunting Naik, Bupati Maros Tingkatkan Anggaran Pencegahan

Sabtu, 21 Mei 2022 15:53 WIB

Share
Angka Stunting Naik, Bupati Maros Tingkatkan Anggaran Pencegahan
Bupati Maros Chaidir Syam (tengah) menghadiri Presentase Penilaian Kinerja Konvergensi Stunting (Foto : Protokol Pemkab Maros)

MAROS, SULSEL.POSKOTA.CO.ID - Jumlah stunting di Kabupaten Maros tahun 2022 mengalami peningkatan jika dibanding dua tahun sebelumnya. 

Melalui Kepala Dinas Kesehatan Maros, Muhammad Yunus mengatakan, jika saat ini jumlah kasus stunting mencapai 4.434 balita, sementara pada tahun sebelumnya hanya 2.892 kasus.

“Pada tahun 2022 jumlah stunting mencapai 4.434 atau 14 persen dari 29.684 balita yang diperiksa. Sementara pada tahun 2021 yakni 2.892 atau 9.47 persen dari 30.584 balita yang diperiksa,” bebernya, Jumat, 20 Mei 2022.

 

Pada tahun 2020, jumlah stunting 3.812 stunting atau 13,04 persen dari 29.231 balita yang diperiksa. Mantan Kepala Puskesmas Bantimurung itu, juga mengatakan, jika jumlah kasus stunting tertinggi berada di Kecamatan Turikale.

“Karena sasarannya banyak dan partisipasi masyarakat lebih bagus. Sesuai data E.PPGBM jumlah kasus di Turikale 809 balita,” sebutnya.

Lebih lanjut dijelaskan, penyebab meningkatnya jumlah stunting di Kabupaten Maros, adalah partisipasi masyarakat untuk membawa anaknya ke posyandu yang semakin meningkat.

 

“Sehingga yang dilakukan pemeriksaan semakin meningkat pula. Sebelumnya itu, rendah karena, masih pandemi, sehingga masyarakat enggan membawah anaknya ke posyandu,” ujarnya.

Untuk menekan angka stunting, kata dia, yang terpenting adalah melakukan kolaborasi multi sektor, multi pihak, multi level. “Ini kuncinya, intervensi spesifik, terkait kesehatan dimulai dari pendampingan sejak remaja, hamil, bersalin, penanganan penyakit yang muncul pada balita dan lain-lain,” ungkapnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar