Harga Pertalite Tetap Terancam Naik, Tergantung Kekuatan Subsidi Pemerintah

Senin, 23 Mei 2022 09:33 WIB

Share
Harga Pertalite Tetap Terancam Naik, Tergantung Kekuatan Subsidi Pemerintah
Antrean pengendara sepeda motor yang akan mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU di Sudiang Makassar beberapa waktu lalu.

MAKASSAR, SULSEL.POSKOTA.CO.ID – Pemerintah mengaku terus berupaya keras agar harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite tidak naik dari harga jual resmi Rp 7.650 per liter yang berlaku saat ini.

Ini dikatakan Presiden Joko Widodo yang menyebut jika harga BBM Pertalite akan terus dipertahankan karena penggunanya berbeda dengan BBM jenis Pertamax yang menurutnya merupakan pemilik mobil-mobil mewah.

"Yang Pertamax naik, naiknya juga saya kira naiknya enggak banyak, tapi itu yang punya mobil-mobil mewah yang pakai mereka. Tapi yang Pertalite ini kita tahan, tahan betul agar tidak naik dan harganya tetap di angka Rp 7.650," kata Jokowi dalam Rapat Kerja Nasional V Projo, Ahad 22 Mei 2022.

Menurutnya tidak mudah bagi pemerintah untuk menahan harga Pertalite agar tidak naik hingga harus mengeluarkan dana subsidi yang jumlahnya sangat besar.

 

Harga Pertalite itu jauh berbeda bila dibandingkan dengan negara-negara lain, seperti di Jerman yang sekitar Rp31.000 per liter, di Singapura sebesar Rp32.000 per liter, Rp20.800 per liter di Thailand, dan sekitar Rp18.000 per liter di Amerika Serikat.

"Supaya tahu, untuk mempertahankan harga pertalite, harga LPG, listrik yang di bawah 3.000 (VA), pemerintah keluar gede sekali, sangat besar sekali, Rp502 triliun, ini yang masyarakat harus tahu," ujar Presiden.

 

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah memastikan bahwa harga Pertalite dan listrik bersubdisi tidak naik pada tahun 2022 seiring bertambahnya subsidi energi yang dikucurkan pemerintah.

"Pertalite dalam hal ini tidak diubah harganya. Kalau masyarakat kemarin mudik dengan mobil menggunakan Pertalite itu adalah bagian dari yang harus dibayar oleh pemerintah ke Pertamina dalam bentuk kompensasi," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Kamis 19 Mei 2022 lalu.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar