Penjual Cimol di Gowa Dibusur OTK, BPJS Tak Tanggung Biaya Operasi

Senin, 6 Juni 2022 08:49 WIB

Share
Penjual Cimol di Gowa Dibusur OTK, BPJS Tak Tanggung Biaya Operasi
Penjual Cimol korban pembusuran di Gowa, biaya operasi tak ditanggung BPJS Kesehatan.

GOWA, SULSEL.POSKOTA.CO.ID – Seorang penjual Cimol dan Bakso Bakar, MI (15) harus menahan rasa perih akibat busur yang menancap di punggungnya.

Ini lantaran ia yang menjadi korban pembusuran di Jalan Pallantikang, Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Gowa, pada Minggu 5 Juni 2022, tak bisa menjalani operasi pencabutan busur yang tertancap di punggungnya.

Pihak keluarganya diminta menyiapkan biaya operasi sebesar Rp14 juta karena BPJS Kesehatan tak menanggung biaya pengobatan korban kekerasan.

"Saya diminta menyiapkan uang Rp14 juta untuk biaya operasi. Uang itu harus ada baru bisa dilakukan operasi. Kalau bisa anak saya dioperasimi dulu sambil saya mencari dana itu. Karena lama sekali kasian busur itu tidak dicabut dari punggung nya," kata Hasniati, ibu korban, dikutip dari Bukamata News, Minggu 5 Juni 2022.

 

Warga Jalan Basoi Dg Bunga, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa ini sebelumnya membeli nasi kuning bersama temannya.

MI menunggu di atas sepeda motor, sementara temannya masuk ke warung membeli nasi kuning.

Saat itulah ia dibusur oleh pelaku yang mengendarai sepeda motor.

Dari pengakuan korban ada dua sepeda motor dan masing-masing berboncengan.

 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar