Kementan RI MoU Bersama Petani dan Pengrajin Tempe Untuk Kembangkan Potensi Kedelai Enrekang

Rabu, 8 Juni 2022 08:28 WIB

Share
Penandatanganan MoU untuk pengembangan potensi kedelai di Kabupaten Enrekang, Selasa 7 Juni 2022.
Penandatanganan MoU untuk pengembangan potensi kedelai di Kabupaten Enrekang, Selasa 7 Juni 2022.

ENREKANG, SULSEL.POSKOTA.CO.ID – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan, bersama Kementrian Pertanian RI melalui Dirjen PPHTP Direktorat Pengelohan dan Pemasaran Hasil Tanaman, melaksanakan kegiatan Peluang Usaha Ekspor dan atau Subtitusi Impor Produk Tanaman Pangan.

Kegiatan ini dituangkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara 45 Kelompok Tani Petani Kedelai dengan 3 Perwakilan Pengrajin Tempe/Tahu di Kabupaten Enrekang, yang bertempat di Anjungan Sungai Mata Allo Selasa, 7 Juni 2022.

Turut hadir Sub.Kord.Pemasaran dan Promosi Dirjen Tanaman Pangan Kementrian Pertanian, Maretsum Simanullang SP. M.Si bersama Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan, Muhlis Mori, SP. MM.

Sedangkan Pemerintah Kabupaten Enrekang diwakili oleh Sekda Enrekang DR. H. Baba, MM didampingi Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Enrekang, Addi beserta beberapa Kepala Dinas serta Camat.

 

Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan, Muhlis Mori, SP. MM., menyampaikan jika kedelai menjadi perhatian Pemerintah karena mayoritas kebutuhan kedelai masih diimpor.

“Hal ini menjadi perhatian Pemerintah karena sampai saat ini sekitar 76% dari kebutuhan kedelai kita masih diimpor, produksi secara nasional masih 2 juta ton sedangkan kebutuhan kedelai skala nasional 240 juta ton artinya baru 24% terpenuhi kebutuhannya,” kata Muhlis Mori.

Ia menyampaikan dengan adanya MoU antara Petani Kedelai dan pengrajin tempe/tahu, artinya ada jaminan pasar dengan ketetapan harga yang kemudian didorong dengan stimulan sarana dan prasarana oleh Kementan RI.

“ini adalah salah upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjadikan semua komoditas impor ada subtitusi impornya, artinya mengurangi impor dengan menutupi impor,” jelasnya.

 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar