Miris! Santriwati di Polman Tak Bisa Lanjut Sekolah gegara SKL Ditahan Pesantren

Minggu, 19 Juni 2022 08:18 WIB

Share
Miris! Santriwati di Polman Tak Bisa Lanjut Sekolah gegara SKL Ditahan Pesantren
Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash Lampoko, Kecamatan Campalagian, Polman, Sulbar.

POLMAN, SULSEL.POSKOTA.CO.ID – Seorang santriwati berinisial RF (16) di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat terancam tidak bisa lanjut sekolat ke tingkat SMA.

Pasalnya, surat keterangan lulus atau SKL dari santriwati RF ditahan pihak pesantren tempatnya sekolah karena tidak mampu melunasi iuran.

Ibu dari RF, Nur Baya mengatakan dia memang belum memiliki biaya untuk melunasi iuran kesejahteraan di sekolah putrinya di Madrasah Pondok Pesantren Al Ikhlash, Lampoko, Kecamatan Campalagian, Polman, Sulbar.

"Iya semua siswa diwajibkan bayar iuran, mungkin karena kondisi ekonomi mereka bagus jadi lancar pembayarannya, kalau saya tidak, kadang kita bayar Rp1 juta, kadang juga Rp2 juta untuk beberapa bulan ke depan, tidak setiap bulan saya bayar," kata Nurbaya kepada wartawan, Sabtu 18 Juni 2022.

 

Nur Baya mengatakan tunggakan iuran kesejahteraan putrinya bermula saat mengikuti sekolah online.

Nur Baya saat itu juga sempat mengira tidak ada pungutan iuran mengingat pembelajaran dilakukan secara online.

"Waktu Corona itu kan Santri tinggal di rumah, belajar dari rumah, jadi saya kira itu tinggal di rumah tidak membayar uang bulanan karena tidak makan di sana, tidak tinggal di pondok. Tunggakannya sekitar Rp 5 juta-an," ungkapnya.

Nur Baya mengaku telah berusaha menghubungi pihak Pondok Pesantren untuk bisa diberi kebijaksanaan dengan menawarkan uang Rp 1 juta sebagai jaminan.

 

Halaman
1 2 3
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar