Miris! Santriwati di Polman Tak Bisa Lanjut Sekolah gegara SKL Ditahan Pesantren

Minggu, 19 Juni 2022 08:18 WIB

Share
Miris! Santriwati di Polman Tak Bisa Lanjut Sekolah gegara SKL Ditahan Pesantren
Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash Lampoko, Kecamatan Campalagian, Polman, Sulbar.

Dia kemudian meminta tolong agar bisa dikirimkan foto SKL milik anaknya untuk kebutuhan pendaftaran sekolah, mengingat pendaftaran untuk tingkat SMA sudah hampir selesai.

"Saya hubungi mantan kepala sekolahnya tapi dia bilang konfirmasi sama bendahara, kalau dia bilang bendahara difotokan saya fotokan SKL-nya, tapi tetap tidak bisa katanya amanah dari Pimpinan pondok pesantren," ujar Nur Baya menerangkan.

"Padahal saya tidak mintaji juga SKL yang aslinya saya cuman minta difotokan saja SKL untuk dipakai mendaftar karena sudah mau tutup pendaftarannya, tapi karena ada tunggakan pihak sekolah tidak mau," tambahnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Ikhsan Sainuddin membenarkan kejadian tersebut.

 

Menurut Ikhsan Sainuddin pihaknya sengaja tidak memberikan SKL kepada santri yang masih mempunyai kewajiban di pondok pesantren, salah satunya dengan tunggakan iuran bulanan kesejahtraan.

"Sebetulnya tidak sederhana itu, bukan soal tahan menahan ini, tapi ada kewajiban yang harus ditunaikan oleh orang tua santri, karena terus terang di pondok kita ini ada sedikit persoalan bahwa ada tunggakan yang cukup tinggi dari para santri, memang kita lihat bahwa banyak sekali motif dari orang tua yang kemudian tidak membayar uang iuran bulanan kesejahtraan," kata Ikhsan Sainuddin saat ditemui di Pondok Pesantren.

Menurutnya, pesantren Al-Ikhlas ini termasuk pesantren sangat murah, biayanya hanya sekitar Rp500 ribu per bulan dan memang untuk aturan ini sudah ada kesepakatan dengan komite sekolah.

"Kembali pada aturan Pak, mari kita menghargai aturan yang kita sepakati yang buat aturan itukan pondok bersama orang tua, sekarang ini intervensi orang tua, partisipasi orang tua di era hari ini itu cukup besar jadi kita kolaborasi," ungkapnya.

 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar