SKL Santriwati Ditahan Ponpes, Bupati Polman: Nanti Saya Bayar

Kamis, 23 Juni 2022 14:10 WIB

Share
SKL Santriwati Ditahan Ponpes, Bupati Polman: Nanti Saya Bayar
Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar.

POLMAN, SULSEL.POSKOTA.CO.ID – Seorang santriwati lulusan Pondok Pesantren Al-Ikhlash, Lampoko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terancam putus sekolah.

Lantaran pihak Ponpes menahan Surat Keterangan Lulus (SKL) Santriwati berinisial (RF) itu.

Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar, sangat menyayangkan kejadian itu, dan meminta pihak Ponpes agar terbuka hatinya.

"Saya menyayangkan Ponpes yang begitu, saya tidak sangka kalau Ponpes berbuat begitu sesamanya manusia, pondok pesantren itu dibikin untuk membina orang menjadi manusia, kalau itu kan tidak berperikemanuasiaan, masa yang begitu tidak diberikan, masih banyak kok jalan yang lain yang bisa dilakukan, kalau ada yg begitukan janganlah kasian, siapa tau anak itu yang dia susahkan akan jadi pemimpin ke depan, bagaimana kita Polewali Mandar ke depan," kata Andi Ibrahim Masdar, saat ditemui awak media di Taman Harmoni, Kamis 23 Juni 2022.

 

Menurutnya langkah yang dilakukan oleh pihak Pesantren kurang tepat, pasalnya santri tersebut mempunyai hak untuk lanjut ke jenjang yang lebih tinggi.

"Itu tidak benar itu langkah yang begitu, bukankah pendidikan itu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, untuk memberikan pendidikan yang baik kepada anak kita, kalau diberikan begitu, kan ada sedekah, pesantren itu kan wajib juga bersedekah, jangan mentang-mentang Pesantren sokolah agama kau tidak bersedekah, keluarkanlah sedekahmu itu, kasihlah itu anak anak sedekahmu, tidak mungkin itu anak tidak bayar kalau dia mampu," ujarnya.

AIM sapaan akrab dari Bupati Polman ini juga meminta agar pihak Pesantren tidak berbisnis full dan lebih mengutamakan kemanusiaan di lingkungan Pesantren.

"Kenapa harus ditahan, bukankah Ponpes itu sekolah agama, bukankah agama itu menganjurkan untuk saling tolong menolong, jangan dong ponpes jadikan lahan untuk berbisnis full, saya tau bahwa disitu ada bisnis tapikan ada juga kemanuasiaannya, loh kok satu orang kok dipersoalkan," jelasnya.

 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar