Masuk Finalis Top Inovasi Pelayanan Publik, Bupati Enrekang Paparkan Inovasi Komunitas Ibu Cerdas

Selasa, 12 Juli 2022 18:15 WIB

Share
Masuk Finalis Top Inovasi Pelayanan Publik, Bupati Enrekang Paparkan Inovasi Komunitas Ibu Cerdas
Bupati Enrekang, Muslimin Bando memaparkan Inovasi Komunitas Ibu Cerdas Cegah Stunting dalam KIPP 2022.

ENREKANG, SULSEL.POSKOTA.CO.ID – Kabupaten Enrekang masuk dalam finalis top pelayanan publik dalam pelayanan kesehatan dengan Inovasi Komunitas Ibu Cerdas Cegah Stunting.

Untuk itu Bupati Enrekang, Muslimin Bando memaparkan inovasi tersebut secara daring di Pendopo Bupati enrekang, Selasa 12 Juli 2022 di hadapan Panelis Kemenpan RB.

Inovasi tersebut sebelumnya diterapkan dalam mencegah stunting yang ada di Desa Pariwang, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang.

Dengan didampingi Kadis Kesehatan Sutrisno, Penggagas Inovasi Komunitas Ibu Cerdas, Fatmawati SKM dari Puskesmas Maiwa, Muslimin Bando menjelaskan beberapa hal yang dilakukan pada Komunitas Ibu Cerdas tersebut.

 

“Hal-hal yang dilakukan ialah edukasi kepada komunitas oleh Petugas Kesehatan Puskesmas dan Fasilitator dari JAPFA (Swasta), senam cegah stunting, pendampingan ibu balita stunting dan gizi kurang, pemanfaatan pekarangan rumah dalam penyediaan pangan bergizi seperti sayur dan kolam ikan, pemanfaaatan pangan lokal sebagai makanan pendamping ASI, dan pemanfaatan CTPS,” kata Muslimin Bando dalam pemaparannya Selasa 12 Juli 2022.

Selanjutnya dikatakan, Kader Komunitas yang awalnya 10 orang kini sudah mencapai 45 orang yang mendampingi kelompok sasaran yang terus memberikan pemahaman terkait pola asuh, pola makan dan sanitasi

“Meningkatnya kesadaran masyarakat melalui Komunitas tersebut telah berhasil menurunkan prevalensi stunting dari 35,1 persen (2018) menurun menjadi 22,22 persen (2021), selain itu perubahan perilaku masyarakat terkait pola asuh dan pola makan hal tersebut ditunjukkan dengan meningkatnya kunjungan ke posyandu dari 86,3 persen (2018) menjadi 95,3 persen (2021) hingga meningkatnya balita yang naik berat badannya dari 58,4 persen (2018) menjadi 75 persen (2021),” paparnya.

Sementara itu Tim Panelis Independen KIPP mengajukan empat pertanyaan, yakni peran swasta dalam penanggulangan stunting, target pravalensi stunting, tantangan dalam pelaksanaan program, hingga komitmen Bupati yang dituangkan ke dalam aturan dalam penanggulangan stunting.

 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar