Peneliti Unhas Teliti Akses Layanan Kesehatan Penyandang Disabilitas di 3 Kabupaten/Kota di Sulsel

Sabtu, 6 Agustus 2022 09:50 WIB

Share
Peneliti Unhas Teliti Akses Layanan Kesehatan Penyandang Disabilitas di 3 Kabupaten/Kota di Sulsel
Peneliti Unhas teliti akses layanan kesehatan penyandang disabilitas (Foto : Ist)

MAKASSAR, SULSEL.POSKOTA.CO.ID - Tim peneliti Universitas Hasanuddin melakukan survei terhadap akses layanan kesehatan berbasis digital untuk penyandang disabilitas yang berkaitan dengan kebutuhan, tantangan, dan kapasitas dalam penggunaan ICT dalam memperoleh layanan kesehatan.

Kegiatan tersebut mulai berlangsung pada Sabtu (23/7) lalu. Riset ini merupakan bagian dari program The Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR) dan bekerja sama dengan tim Fakultas Teknologi Informasi, Monash University.

 

Ketua Tim Unhas Dr. Intan Sari Areni menjelaskan, secara umum penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan solusi  dalam mendukung akses layanan kesehatan digital bagi penyandang disabilitas. 

Intan mengatakan kegiatan ini berlangsung di tiga Kabupaten Kota yakni Makassar, Gowa dan Maros. Dimana sebelumnya ketiga daerah ini dipilih berdasarkan beberapa literatur dan informasi yang sebelumnya telah dilakukan.

"Bersama Yayasan PerDIK (Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan) kegiatan survei tersebut dilaksanakan pada 23 Juli serentak ditiga kabupaten. Ragam disabilitas yang ikut serta pada pelaksanaan survei di antaranya, disabilitas pendengaran, disabilitas penglihatan/penglihatan rendah, fisik/daksa, serta OYPMK (Orang yang Pernah Mengalami Kusta)," jelas Intan.

 

Lebih lanjut, Intan mengatakan selain memudahkan proses pengambilan data, juga memberikan pemahaman bahwa penyandang disabilitas memiliki kapasitas dalam pelaksanaan riset yang dapat terus dikembangkan untuk digunakan sebagai sarana advokasi bagi organisasi pendukung difabel.

Intan mengharapkan, melalui kegiatan yang dilakukan diharapkan sebagai bahan rujukan dan pertimbangan bagi pemerintah dalam peningkatan layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas. Tidak hanya itu, juga diharapkan semakin banyak para peneliti yang mengambil kajian serupa.

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar