DP3A Dalduk KB Sulsel: Kasus Perkawinan Anak Masih Tinggi di 4 Kabupaten

Kamis, 11 Agustus 2022 12:32 WIB

Share
DP3A Dalduk KB Sulsel: Kasus Perkawinan Anak Masih Tinggi di 4 Kabupaten
Kepala DP3A Dalduk KB Pemprov Sulsel, Andi Mirna. (Foto:ist)

MAKASSAR, SULSEL.POSKOTA.CO.ID – Data Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3A Dalduk KB) Sulsel, menunjukkan jika kasus perkawinan anak masih tinggi di empat Kabupaten di Provinsi Sulsel.

Pada periode 2018 – 2021 empat kabupaten yang kasus perkawinan anaknya masih tinggi yakni Kabupaten Pangkep (26,80 persen), Wajo (24,04 persen), Barru (21,11 persen), dan Tana Toraja (19,49 persen).

Ini dilihat dari perkawinan yang salah satu atau kedua pasangan berusia di bawah usia minimal untuk melakukan perkawinan, yakni di bawah 19 tahun.

Kepala DP3A Dalduk KB Sulsel, Andi Mirna mengungkap jika dibutuhkan edukasi dan peran serta masyarakat, tokoh agama, serta pemerintah dan aparat desa, untuk menekan kasus perkawinan anak.

 

 

Ia pun menceritakan jika ada dua desa di Kabupaten Bone memiliki nol populasi perkawinan anak, karena kepala desanya memiliki komitmen untuk menolak perkawinan anak.

"Kasus di Wajo kemarin, orangtua si anak ini sudah menerima sanksi sosial. Kami juga sudah sampaikan agar aparat desa jangan menghadiri undangan jika yang dinikahkan adalah anak di bawah umur," kata Andi Mirna, Rabu 10 Agustus 2022.

Khusus di Kabupaten Wajo, diakui Andi Mirna pihaknya sudah melakukan penandatanganan komitmen dengan Bupati dan Forkompinda, kemudian instansi vertikal Kementerian Agama, tokoh masyarakat, kepala desa, hingga imam desa, untuk melakukan pencegahan perkawinan anak. Ia juga telah menyurat ke kabupaten kota untuk melakukan tindakan-tindakan dalam rangka mencegah perkawinan anak.

"Nanti akan dibuatkan kembali surat edaran untuk Kabupaten Kota. Di situ nanti akan termuat semua bagaimana melakukan pencegahan dan perlindungan terhadap anak," ujarnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar