Sekdaprov Sulsel Minta Ada Transformasi Sistem Informasi Gender dan Anak di Sulsel

Kamis, 11 Agustus 2022 12:07 WIB

Share
Sekdaprov Sulsel Minta Ada Transformasi Sistem Informasi Gender dan Anak di Sulsel
Sekdaprov Sulsel, Abdul Hayat Gani membuka Workshop Petugas Pengelola Sistem Informasi Gender dan Anak (SIGA) Tingkat Provinsi Sulsel, Selasa 9 Agustus 2022.

MAKASSAR, SULSEL.POSKOTA.CO.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, membuka Workshop Petugas Pengelola Sistem Informasi Gender dan Anak (SIGA) Tingkat Provinsi Sulsel, yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A Dalduk KB) Sulsel, di Hotel Grand Asia, Makassar, Selasa 9 Agustus 2022.

Abdul Hayat menjelaskan pentingnya sistem informasi yang menjadi kebutuhan masyarakat, khususnya terkait dengan data gender dan anak. Mengingat, ada perubahan data yang terjadi setiap tahunnya.

"Yang harus menjadi utama adalah update data. Karena mengelola manusia itu dinamis, jadi perlu ada update data. Kalau tidak diupdate, terus kurang akurat, karena dalam perjalanan mungkin sudah banyak yang pindah, sudah tidak di tempat, meninggal, dan sebagainya," katanya.

Abdul Hayat mengungkapkan, ada teori transformasi yang perlu diterapkan dalam sistem pendataan, dengan melihat kondisi sekaligus untuk menjawab tantangan lingkungan yang strategis.

 

 

Sementara, Kepala DP3A Dalduk KB Sulsel, Andi Mirna, mengaku, melalui SIGA maka pemerintah provinsi akan dengan mudah melakukan pengawasan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

"Kita ingin sistem ini dikembangkan, sudah mobile. Jadi dimanapun orang berada, apapun laporannya, apapun yang dia lakukan mengenai pemberdayaan perempuan dan anak sudah bisa diakses dimanapun," jelasnya.

Andi Mirna menuturkan, melalui sistem informasi secara mobile ini, masyarakat akan lebih mudah memperoleh informasi terkait dengan kegiatan-kegiatan pemberdayaan perempuan dan menyampaikan aduan secara langsung kepada DP3A Dalduk KB.

Dengan sistem informasi ini juga, Andi Mirna meyakini bisa sangat membantu kalangan gender untuk mendapatkan tindak lanjut dari pemerintah provinsi berkoordinasi dengan kabupaten kota atas segala permasalahan yang dialami masyarakat khususnya terkait dengan gender dan anak.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar