Tembakan Gas Air Mata Picu Suasana Semakin Ricuh, Suporter Kalang Kabut

Minggu, 2 Oktober 2022 10:55 WIB

Share
Penampakan kerusakan di Stadion Kanjuruhan (Foto : Int)
Penampakan kerusakan di Stadion Kanjuruhan (Foto : Int)

MALANG, SULSEL.POSKOTA.CO.ID -  Saat peluit akhir pertandingan dibunyikan, di sinilah awal mula tragedi tewasnya 127 orang suporter.

Awalnya beberapa orang masuk ke lapangan meluapkan kekecewaan kepada pemain Arema. Terlihat John Alfarizie mencoba memberi pengertian kepada oknum-oknum suporter tesebut. Namun semakin banyak mereka yang berdatangan masuk, semakin ricuh stadion karena dari berbagai sisi stadion juga ikut masuk untuk meluapkan kekecewaannya ke pemain. 

Hal itu diikuti dengan lempar-lempar berbagai macam benda ke arah lapangan, para suporter semakin tidak terkendali. Akhirnya para pemain digiring masuk ke dalam ruang ganti dengan pengawalan polisi. 

 

Pihak aparat melakukan berbagai upaya untuk memukul mundur para suporter.

Namun saat aparat memukul mundur, suporter lainnya dari arah selatan dan utara menyerang aparat. Makin banyak suporter yang masuk kondisi sudah tidak terkendali. Aparat alu menembakan beberapa kali gas air matake arah suporter yang ada di lapangan. Silih berganti suporter menyerang aparat dari sisi selatan dan utara. 

"Yang akhirnya, selain hujan lemparan benda dari sisi tribun, di dalam lapangan juga terjadi aksi tembak-tembakan gas air mata ke arah suporter," kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta

Terhitung puluhan gas air mata sudah ditembakan ke arah suporter, di setiap sudut lapangan telah dikelilingi asap gas air mata. "Ada juga yang langsung ditembakan ke arah suporter, yaitu di tribun 10," urai Nico.

 

Suporter yang panik karena gas air mata, semakin ricuh di atas tribun. Mereka berlarian mencari pintu keluar. Tapi sayang pintu keluar sudah penuh sesak karena penonton panik terkena gas air mata. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar