Presiden Jokowi Luncurkan Pandemic Fund Jelang KTT G20

Senin, 14 November 2022 07:05 WIB

Share
Presiden RI, Joko Widodo meluncurkan Pandemic Fund, Minggu 13 November 2022. (Foto: ist)
Presiden RI, Joko Widodo meluncurkan Pandemic Fund, Minggu 13 November 2022. (Foto: ist)

BALI, SULSEL.POSKOTA.CO.ID – Pandemic Fund atau Dana Pandemi bentukan menteri keuangan dan menteri kesehatan G20 di bawah presidensi/kepemimpinan Indonesia, diluncurkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) jelang KTT G20 di Nusa Dua, Bali.

"Saya menyampaikan terima kasih atas kontribusi (negara-negara) untuk Dana Pandemi. Dan dengan mengucapkan Bismillahirahmanirahim saya luncurkan dana pandemi hari ini," kata Presiden Jokowi pada acara peluncuran, Minggu 13 November 2022. 

Jokowi menyambut baik langkah negara anggota G20 dan negara nonanggota G20 serta lembaga filantropi yang telah menyampaikan komitmennya berkontribusi di Dana Pandemi.

Dana Pandemi yang terkumpul mencapai 1,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp21,7 triliun dari 15 negara dan tiga lembaga filantropi.

 

Jumlah itu kemungkinan terus bertambah mengingat Australia, Prancis, dan Arab Saudi juga menyampaikan komitmennya untuk berkontribusi di Dana Pandemi.

Tetapi dari hasil studi Bank Dunia dan Organisasi Kesehatan Dunia menunjukkan dunia membutuhkan kurang lebih 31,1 miliar dolar AS tiap tahunnya agar dapat lebih baik mencegah dan merespons ancaman pandemi di masa depan.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada para donor dari negara-negara anggota G20 dan non-G20, serta dari lembaga filantropi yang telah memberikan kontribusi. Namun, dana yang terkumpul masih belum mencukupi. Saya mengharapkan dukungan yang lebih besar lagi untuk Dana Pandemi ini," ujar Presiden Jokowi.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung beberapa inisiatif seperti pembentukan platform koordinasi penanggulangan darurat kesehatan dalam bentuk dana ekonomi internasional untuk mendukung pemantauan patogen, pengembangan jaringan digital secara global, sertifikasi vaksin untuk memfasilitasi perjalanan internasional, dan pembentukan pusat penelitian dan manufaktur yang lebih adil dan merata.

 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar